Ambil tindakan terhadap polusi plastik. Bergabunglah dengan Audit Supermarket. ➝

, - Diposting pada Februari 14, 2024

Tur dan Konferensi Reuse di Jakarta Merintis Konsorsium Reuse Asia

Bertepatan dengan momentum Bulan Nol Sampah Internasional, Dietplastik Indonesia dan GAIA Asia Pasifik menyelenggarakan Reuse Tour and Conference dengan tema "Reuse Now, Brighter Future Yes!"

Dietplastik Indonesia

Baca ini di Bahasa Indonesia di sini

Pada bulan Februari 2022, sidang kelima Majelis Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEA-5.2) menghasilkan resolusi bersejarah berupa gagasan untuk mengembangkan instrumen hukum internasional yang mengikat terkait pencemaran plastik, termasuk di lingkungan laut. Instrumen hukum ini, yang dikenal sebagai "Global Plastics Treaty," akan didasarkan pada pendekatan komprehensif yang membahas seluruh siklus hidup plastik dan diharapkan dapat disetujui pada akhir tahun 2024. Untuk menyukseskan ambisi ini dan bertepatan dengan momentum Bulan Nol Sampah Internasional, Dietplastik Indonesia dan GAIA Asia Pasifik menyelenggarakan Reuse Tour and Conference dengan tema "Reuse Now, Brighter Future Yes!"

Kegiatan konferensi yang dihadiri oleh anggota GAIA Asia Pasifik dari berbagai negara ini dibagi menjadi empat sesi pleno dengan tema diskusi meliputi bagaimana membentuk sistem pemanfaatan kembali secara global, praktik baik sistem pemanfaatan kembali yang telah diterapkan di Asia Tenggara, praktik baik sistem pemanfaatan kembali di pulau-pulau kecil, dan langkah ke depan untuk sistem pemanfaatan kembali di Indonesia. Konferensi ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan mentransfer pengetahuan untuk menciptakan dampak yang lebih besar melalui advokasi dan penerapan sistem pemanfaatan kembali, khususnya di Asia Tenggara. Selain itu, kegiatan ini juga berupaya untuk membangun kemitraan yang lebih kuat untuk membangun solusi pemanfaatan kembali.

Berbeda dengan plastik sekali pakai (SUP), penggunaan ulang adalah sistem yang secara sengaja merancang produk dan kemasan untuk beberapa siklus hidup. Pada intinya, penggunaan ulang menawarkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari konsumsi kita. Dihadiri oleh pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), pelaku usaha, dan lembaga serta pemangku kepentingan terkait lainnya, konferensi tersebut membahas bagaimana penggunaan ulang dapat ditonjolkan sebagai solusi global yang ramah emisi untuk mengatasi masalah sampah global.

Froilan Grate, Koordinator Regional GAIA Asia Pasifik, menjelaskan, “Mengapa harus menggunakan kembali? Karena sistem penggunaan kembali mudah diakses, terjangkau, dan memudahkan hidup masyarakat. Meskipun transisi dari SUP membutuhkan waktu, prosesnya harus jelas, adil, dan didasarkan pada prinsip bersama, kolaborasi lintas sektor, dan yang terpenting, solusi berbasis masyarakat. Kita tahu bahwa mengerjakan sistem penggunaan kembali sepenuhnya yang akan berdampak untuk mengatasi skala krisis polusi plastik masih merupakan pekerjaan yang masih dalam proses—sangatlah penting untuk merayakan pekerjaan luar biasa yang telah terjadi di Indonesia dan seluruh Asia.”

Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia, menyampaikan, "Dengan menggunakan kembali, kita dapat menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah karena kita mengurangi produksi plastik dari bahan baku dan daur ulang, sehingga tidak ada limbah di pembuangan akhir. Jika standarisasi dilakukan, penggunaan kembali dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dari kemasan konsumen hingga 80 persen."

Untuk mendorong pengembangan sistem daur ulang, dukungan di tingkat kota dan nasional menjadi hal yang penting. Oleh karena itu, melalui momentum Konferensi Daur Ulang 2024 di Jakarta, Dietplastik Indonesia dan GAIA Asia Pasifik menginisiasi soft launch sistem daur ulang. Konsorsium Penggunaan Kembali Asia.

Konsorsium ini, yang beranggotakan pendiri awal dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam, merupakan langkah awal dalam menjangkau para pelopor gerakan penggunaan kembali di Asia dan menjadikan solusi penggunaan kembali lebih banyak diadopsi. Hal ini sejalan dengan semangat yang diungkapkan oleh Break Free From Plastic (BFFP), sebuah gerakan global untuk menciptakan masa depan tanpa polusi plastik.

“Kita harus membuat momen ini bertahan lama, tetapi ini bukan sekadar momen. Ini adalah sebuah gerakan. Karena itu, kita tidak hanya memiliki LSM, kita juga memiliki pemerintah daerah dan pelaku bisnis, dan kami percaya bahwa Konsorsium ini sangat penting bagi kawasan ini. Indonesia, bersama dengan negara-negara Asia lainnya, memimpin jalan dan dengan itu, revolusi penggunaan kembali pasti akan terjadi,” tegas Faye Ferrer, Penyelenggara Jaringan BFFP Asia Tenggara.

Di masa mendatang, Indonesia tidak hanya dapat menjadi penggerak gerakan ini, tetapi juga dapat menarik lebih banyak negara di Asia untuk berkomitmen bergabung dalam Asia Reuse Consortium dan menjadikan penggunaan ulang sebagai solusi prioritas terhadap polusi plastik sekali pakai.

 

Video milik Dietplastik Indonesia | Jakarta Reuse Tour and Conference 2024 dalam rangka merayakan Bulan Tanpa Sampah Internasional di bulan Januari.

—--------------

Informasi lebih lanjut:

 

Tentang Dietplastik Indonesia

Dietplastik Indonesia (sebelumnya bernama Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia) merupakan lembaga nirlaba yang berfokus pada advokasi kebijakan pengurangan sampah plastik sekali pakai di Indonesia. Dietplastik Indonesia berhasil mendorong lebih dari 100 kota untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai setelah menginisiasi uji coba regulasi #Pay4Plastic pada tahun 2016 bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

Dietplastik Indonesia berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, sektor bisnis, dan kelompok masyarakat dalam melaksanakan upaya pengurangan sampah yang solutif dan berdampak. Program unggulan yang digagas oleh Dietplastik Indonesia adalah Pasar Bebas Plastik dan Gerakan Jakarta Reuse.

© 2026 Bebas dari Plastik. Semua hak dilindungi undang-undang.
Kebijakan PrivasiPengungkapan Penggunaan AI